About Tania
Donna meminum kopinya hingga tetes terakhir. Terasa pahit. Rasa pahit yang sama saat ia tahu sosok Tania yang sebenarnya. Donna memang terlalu bodoh bila menaruh kepercayaan pada Tania. Tapi segalanya terasa begitu meyakinkan…. What a stupid girl…
=============================================================
Tania memang pada awalnya membuka jalan bagi Donna untuk dekat dengan Baim, cowok kelas sebelah yang membuat hati Donna berdebar-debar. Karena Tanialah, Donna bisa deket banget ama Baim. Hampir tiap hari Baim menelepon Donna, kirim sms ke Donna, ngobrol berdua ama Donna di sekolah. Donna malah udah jalan bareng ama Baim….ama Tania juga sih. Yah… Donna masih belum berani kalo cuma jalan berdua… Takut nggak bisa handle situasi alias terlalu grogi, ntar tambah runyam! Sepertinya hanya perlu menunggu waktu saja sampai Baim menyatakan perasaannya kepada Donna. Keyakinan Donna tentang itu mencapai 99 % dan ia sangat berharap angka itu menjadi 100%. She doesn’t want to be alone anymore. She’s so sick of her family. She thinks she has to find sumone special who can bring happiness to her. And the person is Baim. She’s really sure about that.
Beberapa hari kemudian, Tania tiba-tiba menelepon Donna tengah malam, “Halo…. Woey, Tania…. Sekarang jam brapa ney??? Jam 12, tau…..”, jawab Donna saat menerima telepon dari Tania.
“Hehe,, iye iye,, aku tau.. Hehe… Aku ada invitation ney… Mau gak?”
“Ha? Undangan paan?”
“Gini, kamu tau Firman kan
“Hm.. anak kuliahan itu… Iya , kenapa?”
“Jadi, dia besok ulang taon.. Nah, terus ngundang aku en kamu, Don… Kamu bisa dateng kan
Donna diam sejenak sampai Tania berkata, “Oey, Don… Halo. Kamu gak tidur kan
“Hm…. Emank ultahnya di mana? Jam berapa?”
“Di Hydro’s Café. Jam 8 malem”
“Haaaa? Hydro’s café? Jam 8 malem? Emank entar ngapain aja di sana
“Yah… Party-party, gitu deh Don. Makan-makan… Iya, party-nya malem, tapi paling-paling cuma sampek jam 10 aja kok… Kenapa? Kamu gak dibolehin ma ortu?”
Donna berpikir sejenak. Donna tidak pernah memberitahu Tania perihal keluarganya yang aneh ini. Donna tidak ingin ada seorang pun yang tahu masalah keluarganya. Selama ini sih Donna belum pernah keluar malem-malem gitu. Tapi toh Donna yakin, meskipun dia pulang malem, keluarganya juga tidak akan mencarinya. Yang paling bikin Donna ragu adalah party-nya gak meyakinkan… Pasti cuma mereka berdua yang masih SMA. Pasti yang lainnya dah kuliah. Hydro’s café itu kan
“Oey, Donna… Kok diem lagi siy….. Gimana? Mau ya????”
“Aduh… Gimana ya Tan… Kalo gak ikut, gimana?”
“Yah, Donna… Temenin aku dong… Okey? Firman juga ngarepin banget kamu bisa dateng. Okey? Okey?”
Huh… Donna yang sudah tidak bisa mengalahkan rasa kantuknya, akhirnya cuma bisa bilang, “Iya deh iya,,, besok telepon lagi deh, aku ngantuk banget niy…”
“HORE!!!! Donna bisa! Okey, okey! Besok aku jemput kamu yah!”
Donna menutup telepon dan kembali ke alam mimpinya.
Donna tidak tahu kenapa ia menerima ajakan Tania. Tadi sore Tania tiba-tiba menjemput Donna di rumah bersama Firman dan mobilnya. Donna benar-benar lupa tentang telepon Tania tadi malam. Donna pun terpaksa berangkat dan pamit ke ibunya dengan alasan pergi ke ulang tahun temannya.
Sekarang Donna berada di tengah remang-remang dan hiruk pikuk Hydro’s café. Kepulan-kepulan asap rokok menambah ketidaknyamanan Donna di tengah hiruk pikuk tersebut. Suara musik bergema di telinganya, lampu sorot bertaburan dengan warna silih berganti menerangi para pengunjung yang sedang menikmati musik di tengah dance floor.
Donna terlalu bingung dengan situasi ini. Ia baru pertama kali merasakannya and it’s not comfortable enough.
“Hei, Donna… Kok melamun? Kenapa? Besok ada ujian ya?”, suara Gilang menyadarkan Donna dari ketidaknyamanannya. Gilang adalah teman kuliah Firman. Well, si Firman itu sekarang lagi nge-DJ. Ternyata dia kerja sambilan jadi DJ di Hydro’s café.
Donna tersenyum kaku, “Besok kan
“Oh iya ya… hehe”, sahut Gilang. Becandaan yang basi banget.., batin Donna.
“Loh? Tania mana?”, Donna menjulurkan kepalanya, mencari-cari Tania.
“Tuh Tania,, Lagi nge-dance tuh di tengah sana
Donna melihat ke arah yang ditunjuk Gilang. Benar, Donna melihat Tania berdansa mengikuti irama musik. Tania terlihat sangat menikmatinya. Donna melihat aura kebebasan mengelilingi Tania. Donna mengerjapkan matanya. Ia berusaha tetap sadar dan fokus di tengah suasana asing ini.
“Kamu nggak ikut ama Tania?”, tanya Gilang.
Donna menggelengkan kepalanya.
“Oh…. O iya Donna dah punya cowok?”
Menurut Donna, pertanyaan Gilang mulai menjurus tapi Donna menjawab, “Nggak punya…”
“Ah, masa’ cewek secantik Donna belum punya cowok?”
Sialan…. Mau punya cowok kek, belum punya cowok kek, emank urusan lo??
“Kenapa belum punya cowok?”, tanya Gilang lagi.
“Hm… Bentar lagi juga punya kok….”, elak Donna.
“Oh, udah ada cowok yang ditaksir ya?”
Donna menganggukkan kepalanya.
“Hai……….!!! Mau minum dong! Gue haus banget ney!!!”, tiba-tiba Tania datang ke meja di mana Donna dan Gilang duduk, lalu meraih gelas yang ada di depannya.
“Eh, Tania… Itu gelasnya siapa?”, tanya Donna.
“Ah, bodo amat…”, Tania terus melepaskan dahaganya.
“Nah…. Kalian berdua ngapain niy…. Ihi…. Eh, Gilang! Lu jangan deket-deket ama si Donna ya… Dia dah punya gebetan loh….”, celetuk Tania.
Donna mendelik.
“Oh ya? Anak mana tuh?”, tanya Gilang.
“Anak kelas sebelah… Ya kan
Donna merasa wajahnya memerah. Tania sudah seperti orang mabuk… Apa dia habis minum minuman beralkohol?
“Hey, Tania…! Udah nggak usah bilang-bilang gitu dong!”, Donna protes.
“Hahahahhahaaaaa…. Mukamu merah tuh!!!”.
Okey, Tania mulai gila.
“Oh ya? Hm? Kalo dia tau kita beginian gimana?”, tanya Gilang sambil merangkul Donna.
Donna kaget bukan kepayang lalu menyingkirkan tangan Gilang. “Eh, jangan dong.. Lagian ngapain sih?”, sahut Donna, sangat merasa tidak nyaman.
“Loh, nggak papa kan kan
Tania menghenyakkan tubuhnya di sebelah Donna lalu berbisik, “Eh iya loh Donna… Coba aja tuh si Gilang.. Siapa tau cocok? Kayaknya dia lebih hot daripada si Baim deh….Hahaha”
Apa? Coba katakan lagi apa yang baru aja kamu bilang, Tan? Donna melirik ke Gilang. Yah… Jelas aja si Gilang lebih hot… He seems mature.
Donna baru saja akan mengatakan komentarnya tentang Gilang pada Tania, namun ia mengurungkan niatnya. Ia melihat Tania mengambil puntung rokok dari tasnya dan menyalakannya dengan korek api, lalu menghisap rokok tersebut. Tania terlihat sangat menikmatinya.
“Hah, Tania? Kamu ngerokok?”, celetuk Donna tidak percaya.
“Hm… Sekali-sekali aja nggak papalah…. Kamu mau coba?”, tawar Tania, santai.
Donna menggelengkan kepalanya. Sekali-sekali aja? Tapi Donna melihat dengan tatapan tak percaya. Tania pasti sudah sering merokok… Tania sama sekali tidak canggung merokok, bahkan gayanya pun sudah seperti perokok kelas berat.
Tania tersenyum melihat wajah tidak percaya Donna. “Eh, tapi jangan bilang siapa-siapa ya kalo aku ngerokok. Di antara temen-temen sekolah, cuma kamu yang tau..”, kata Tania.
Donna menggelengkan kepalanya lagi. Ia tidak habis pikir ternyata Tania sudah sangat ‘bebas’. Ia melihat wajah Tania dengan seksama. Tidak ada beban sama sekali, Tania terus mengepulkan asap rokok dari bibirnya yang mungil. Dalam lubuk hati Donna, ia berpikir keras. Seingat Donna, Tania selalu dimanja oleh keluarganya dan ternyata ini hasilnya. Apakah ini tidak keterlaluan? Apakah Tania merasa kekurangan kasih sayang lalu berbuat semua ini? Seharusnya aku yang dari keluarga yang kurang kasih sayang inilah yang menjadi seperti Tania. Seharusnya aku yang kesepian inilah yang memiliki teman cowok yang banyak seperti Tania. Seharusnya akulah yang berlagak ingin merasakan kebebasan seperti Tania. Apa yang membuat Tania berbuat seperti ini?
“C’mon! Let’s go crazy!!!!”, teriak Firman dari microphone.
Tiba-tiba Gilang menarik tangan Donna, “Let’s dance!”. Donna mengikuti irama musik. Di depannya, Gilang juga menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik. Ia sedekat ini dengan Gilang! It’s too close… Tapi Donna merasa menikmatinya. Sekali-sekali aja gak papa kan
...to be continued....
-Danisha-

hmmm...
pernah terjebak di situasi seperti itu..
Posted by: Kiki | April 4, 2008 06:54 AM
About Tania
Tentang Tania (= Lawan Tania?). Klo Anang Krisdayanti pasti gak setuju.
Donna meminum kopinya hingga tetes terakhir.
Seperti perjuangan para pahlawan : hingga tetes darah penghabisan.
Rasa pahit yang sama saat ia tahu sosok Tania yang sebenarnya.
Semoga Tuhan melindungi dari “ke-Tania-an” tipe ginian. Klo Tania nama sebenarnya, maka ini bisa menjadi forum ngerumpi alias ngegosip, alias ghybah, alias dosa, alias menjadikan hati sebagai Bantar Gebang.
She doesn’t want to be alone anymore.
There is no one alone but The God with him/her wherever and whenever
who can bring happiness to her
Assuredly I say to you that whatever comes from Him Who Knows and Has all the things and to Him everythings will be back whether like or dislike. Only if we believe in God, follow His teachings as taught by His prophets then we will have the highest happiness. Easy to say, hard to always remember, and it is the heaviest to do. But is there another way to live?
And the person is Baim.
Quran kurang lebih menyatakan, “Setiap yang ada di alam semesta (akan) hancur, dan kekallah citra Tuhanmu Yang Maha Agung dan Mulia”. Ayat ini mungkin dapat ditafsirkan bahwa sungguhpun ada yang bisa memberikan kebahagiaan, maka itu akan bersifat sementara, sementara ia mampu, punya good mood, dan punya kesempatan untuk membahagiakan. Orang tua Donna mungkin mampu membahagiakan Donna, tetapi tampaknya belum punya cukup mood dan kesempatan yang baik untuk melakukannya.
She’s really sure about that.
I am not sure, but let’s see, and may everythings fit your will
Tania tiba-tiba menelepon Donna tengah malam
Mungkin ini terjadi pada bulan Ramadan, bangunin saur …
Jam 12, tau…..
Lho …? Saur dan shalat witir kan lebih baik dilakukan di akhir waktu. Klo buka puasa lebih baik disegerakan.
Aku ada invitation ney…
Sampe bangunin orang, brarti pentingnya penting alias penting kuadrat.
Gini, kamu tau Firman kan?
Tahu dong, perkataan Tuhan Yang Maha Suci kan?
Yang anak Univ.A itu…..
Ooo…, mahasiswa to. Klo dari namanya, orangnya religius
Jadi, dia besok ulang taon..
Slamat, slamat … klo ulang tahun Firman Tuhan pada tanggal 17 Ramadan alias hari Nuzulul Quran (klausa arab yang brarti turunnya Quran)
Nah, terus ngundang aku en kamu, Don…
Menurut ajaran orang bijak, memenuhi undangan saudara seiman itu wajib hukumnya.
Kamu bisa dateng kan??
Kecuali benar-benar tidak bisa kali, tapi mungkin dengan apologi dech …
Kamu gak tidur kan?
“Halo…. Woey, Tania…. Sekarang jam brapa ney??? Jam 12, tau…..”
Haaaa? Hydro’s café? Jam 8 malem?
Klo pake histeris gini, brarti cafenya dekat rumah Mak Lampir, di sebelah rumah Nini Pelet, hiiiy … malam lagi …
Emank entar ngapain aja di san?
Ya, dimantrain …
Kok di café gitu siy? Malem, lagi….
Iya neh Tania, kok di café ngonoan (sok tahu, sok akrab juga, hehehe …)
Party-party, gitu deh Don.
Hah, Mak Lampir jadi juru kampanye, jadi anggota DPR gitu??! Hehehe …
Makan-makan…
Ooo, …
Kamu gak dibolehin ma ortu?
Benar, gak boleh berteman sama Mak Lampir, Nini Pelet, …
Donna tidak ingin ada seorang pun yang tahu masalah keluarganya.
Betul tuh, aurat sesama perempuan dari lutut hingga dada, jangan semua dibuka ok?
Selama ini sih Donna belum pernah keluar malem-malem gitu.
What a charming girl …
Tapi toh Donna yakin, meskipun pulang malem, keluarganya juga tidak akan mencarinya.
Tapi toh Donna yakin gak ikut kan?
Yang paling bikin Donna ragu adalah party-nya gak meyakinkan…
Betul, setuju, sepakat, …
Pasti yang lainnya dah kuliah.
Kuli, ah masa?
Hydro’s café itu kan tempat dugem…
Susah payah Thomas Alfa Edyson menemukan lampu biar dunia terang, lha kok malah menyia-nyiakan dian, lampunya dimatikan?
Yang paling pasti acaranya gak mungkin cuma selesai jam 10.
Ya, iyyaalah , … orang ngundangnya aja jam 12 malam, musim matiin dian kan (baca : jam tidur)
Bisa-bisa selesainya dini hari. Dan acaranya nggak mungkin makan-makan aja…
Klo acaranya saur bareng, trus shalat tahajjud + Witir, anak-anak UKM KI pasti mau diudang tuh …
Donna sendiri belum pernah pergi ke tempat-tempat seperti itu.
Sama, aku juga blum pernah …
“Oey, Donna… Kok diem lagi siy….. Gimana?
Woey, Tania…. Sekarang jam brapa ney??? Jam 12, tau
“Aduh… Gimana ya Tan… Kalo gak ikut, gimana?”
Yap, sepakat, setuju, dukung penuh …
Yah, Donna… Temenin aku dong… Okey?
Mau ke neraka kok rombongan?
Firman juga ngarepin banget kamu bisa dateng. Okey? Okey?
Firman kok di neraka? Orang-orang Kristen percaya bahwa Tuhan tinggal di surga. Bagaimana firman berada di neraka? Brarti doa orang tuanya untuk memiliki anak yang hidup sesuai dengan firman Tuhan tidak dihayati oleh teman Gilang itu sehingga ia menjadi firman yang tidak asli, alias firman fotocopian, firman bajakan (Indonesia kan Negara pembajak/agraris?)
“Iya deh iya,,,
Yaaah, …
besok telepon lagi deh, aku ngantuk banget niy…
Brarti besok bisa batal niy?
HORE!!!! Donna bisa! Okey, okey!
HORE!!!! Donna bisa batalin! Ok, ok!
Besok aku jemput kamu yah!
Please, aku gak usah dijemput yah … (GR, sapa yang ngundang?)
Donna menutup telepon dan kembali ke alam mimpinya.
Brarti tadi mimpinya di-pause. Waah, asyik tuh …
Donna tidak tahu kenapa ia menerima ajakan Tania.
Lho, besok bisa batalin kan?
Donna benar-benar lupa tentang telepon Tania tadi malam.
Sepakat, setuju, … telpon gak penting dilupain aja …
Besok ada ujian ya?”, suara Gilang
Ni Donna malah lagi gak lolos ujian menjadi dirinya sendiri hingga terpaksa berangkat. Padahal pemaksaan kan tidak sesuai dengan nilai-nilai kesejatian (prikemanusiaan, prikeadilan, dsb) kan?
menyadarkan Donna dari ketidaknyamanannya.
Coba dibatalin, kan gak perlu buang waktu, tenaga, pikiran, dsb yang ternyata dikorbankan untuk membeli ketaknyamanan, penuh kepulan-kepulan penyebab penyakit, pemborosan, global warming, dst. Klo digunakan untuk mengambil air wudlu, shalat, ngaji, blajar? Waah brapa pahalanya tuh … Klo sampai Donna seperti itu, aku pasti buruan daftar menjadi supir pribadinya, asisten pribadi, sekretris pribadi, tukang cuci setrika pribadi, tukang pijit pribadi, dst. Semoga Tuhan melindungi dari “ke-Tania-an” tipe ginian (nyari kesenangan meskin dengan membuat teman tak nyaman)!
Ternyata dia kerja sambilan jadi DJ di Hydro’s café.
Tentang kemandirin Rasulullah kurang lebih bersabda, “Karena sesungguhnya nabi Allah Dawud as terbiasa makan dari hasil kerja tangannya sendiri”
Donna tersenyum kaku,
Nah tuu, neraka bisa bikin orang kaku bahkan tidak tahu klo “Besok kan hari minggu….”
Becandaan yang basi banget.., batin Donna.
Brarti bagi Donna (atau bagi Dian juga?) canda laksana makanan yang tentu saja menyenangkan klo lagi lapar. Maka benarlah sabda Rasulullah SAW, “senyummu untuk saudaramu adalah sedekah”, apalagi membuat orang tersenyum dengan canda? Tetapi klo candanya basi pake banget pula? Itu brarti Gilang lupa memasukkannya ke kulkas atau Magic Jar …
“Loh? Tania mana?”,
Tuh kan, Tania hanya peduli dengan kesenangannya sendiri, dan tak mau tahu bahwa Donna tak nyaman …
Donna melihat aura kebebasan mengelilingi Tania.
Kebebasan yang merupakan ketaknyamanan Donna, …
Ia berusaha tetap sadar dan fokus di tengah suasana asing ini.
Bagaimana bisa kebahagiaan atau kebebasan dapat diraih dengan hal-hal yang menghilangkan kesadaran? Eta teh, sanes kebebasan namana, tapi kematian atuh …
Donna menggelengkan kepalanya.
Yup, sepakat, setuju, dukung … masa ikut masuk kuburan? Mereka yang mengatakan saling mencintai sekalipun biasanya hanya sehidup saja ...
“Oh…. O iya Donna dah punya cowok?”
Aku seh punyanya kumis (tapi tipis) dan sedikit jenggot klo brewok blum dech …
Sialan….
Wah, ini hari kamis ya?
“Hm… Bentar lagi juga punya kok….”, elak Donna.
Iya Don, So Hok Gie juga mau kok, apalagi klo mau ambil wudlu, shalat, trus ngaji bila lagi gundah. Tuhan pasti ngasih dech sebab itu janjiNya, bukan omongannya orang klenik, dan aku pasti buruan ikutan daftar …
“Oh, udah ada cowok yang ditaksir ya?”
Klo menaksir suatu nilai di antara dua nilai namanya interpolasi, klo di luar nilai tertentu namanya ekstrapolasi. Bisa dilakukan secara linear, polinom, dsb. Hehehe … sukur, aku masih ingat matakuliah semester 4, namanya Fisika Komputasi, 3 sks kuliah, 1 sks praktikum menggunakan Delphi.
“Ah, bodo amat…”, Tania terus melepaskan dahaganya.
Brarti niy kebebasan bikin orang bodo amat
Donna mendelik.
Sebelumnya mlotot, sekarang mendelik, ntar Tania bikin Donna apa lagi coba?
Apa dia habis minum minuman beralkohol?
Brarti Tania minum senyawa-senyawa alkana yang satu atom H-nya diganti gugus fungsi hidroksida (-OH). Kok sempat-sempatnya?
Donna protes.
Sekarang Tania bikin Donna demonstrasi
Kalo dia tau kita beginian gimana?”, tanya Gilang sambil merangkul Donna.
Klo itu dilakukan sesudah janur kuning melengkung, aku dukung dech …
Aku tidak setuju dengan Merpati Band bahwa “Tak selamanya selingkuh itu indah”. Menurutku “Selamanya selingkuh itu terlarang”
“Loh, nggak papa kan? Dia juga nggak ngeliat kan?”, elak Gilang.
Klo Tuhan Mlotot, …
Malaikat ‘Atit mendelik, …
Malaikat Malik mendengus tau …
lalu menghisap rokok tersebut. Tania terlihat sangat menikmatinya.
Peringatan pemerintah : merokok dapat mengganggu kehamilan, menyebabkan kanker, dst.
bahkan gayanya pun sudah seperti perokok kelas berat.
Waah, setahuku, cowok gak baik sekalipun memimpikan cewek yang baik
Eh, tapi jangan bilang siapa-siapa ya kalo aku ngerokok.
Sekarang aku ikutan tahu lo, Tania …
Tania terus mengepulkan asap rokok dari bibirnya yang mungil.
Prasaan, Argobromo tidak mungil dech …
Apakah ini tidak keterlaluan?
Bener tuh, memang terlalu …
Apakah Tania merasa kekurangan kasih sayang lalu berbuat semua ini?
Mungkin gak juga. Tapi sifat kesenangan dunia memang tidak pernah bisa memuaskan seperti yang dapat ditasirkan dari ajaran Sang Budha dalam Samyutta Nikaya, I. 117, “Seandainya ada gunung emas, dua kali lipat sekalipun tidak akan cukup untuk memuaskan satu orang manusia. Pahamilah hal ini dan hiduplah yang sepatutnya.”
Ilmuan Islam (ulama) mengibaratkan nafsu bagaikan anak kecil yang jika dituruti terus, akan terus-menerus menuntu tanpa tahu malu. Bisa-bisa hingga SMA pun masih terus menetek mami klo dibiarkan.
Seharusnya aku yang kurang kasih sayang inilah yang menjadi seperti Tania.
Itu berarti Donna beruntung telah dituntun Tuhan untuk menjadi gadis baik-baik? Maka bersukurlah. Tolong Dian sampaikan salamku buat orang tua Donna : selamat karena mereka sebenarnya harus rajin bersukur.
Seharusnya aku yang kesepian inilah yang punya teman cowok banyak
Rasulullah SAW ditinggal kedua orang tuanya ketika masih kecil (sehingga) ikut berdagang dengan pamannya ke Syam (Siria), membantu ekspedisi dagang Siti Khadijah (Seorang janda, saudagar kaya yang kemudian melamar beliau), dst. Bahwa beliau malah tergembleng karenanya merupakan suri tauladan bagi kita semua.
Apa yang membuat Tania berbuat seperti ini?
Dia tidak pernah, atau setidaknya jarang mengambil air wudlu, shalat, ngaji, dst. Kalaupun melakukannya, pasti tidak menghayatinya.
“C’mon! Let’s go crazy!!!!”, teriak Firman dari microphone.
Setahuku Tuhan tidak pernah berfirman agar manusia menjadi gila?
Ia sedekat ini dengan Gilang! It’s too close…
Menurut Rhoma Irama, setan menghiasi segala yang haram dengan keindahan yang sesungguhnya fatamorgana, semu, palsu!
Tapi Donna merasa menikmatinya.
Lho …?!
Posted by: Augustus | April 7, 2008 05:26 AM