Again with Tania
“Donnaaaa……..!!!!!!”, panggil Tania dengan teriakan keras dari lantai dua. Donna mendongakkan kepalanya. Itu Tania, sedang melambaikan tangannya. Itu menandakan Tania sedang sangat bahagia dan itu berarti seharian ini Tania akan menjadi lebih menghebohkan daripada biasanya. Kelas Donna memang berada di lantai dua. Jadi, Donna tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk memenuhi panggilan Tania.
Sampai di lantai dua, Tania langsung berada tepat di hadapan Donna dan berkata, “Hai, Donna! Pakabar??!!!! Hehehhehee…. Eh, gimana? Kita jadi dateng ke pameran otomotif itu kan?”. Donna meneruskan langkahnya ke kelas, diikuti Tania. Ternyata pameran otomotif itu yang membuat Tania heboh begini.
“Oh, pameran itu…”
“Iya! Jadi, ya! Hari sabtu ya! Oke oke! Entar aku bilang ke Firman deh kalo kita dateng!” Pameran otomatif itu akan diadakan di lapangan parkir umum universitas A. Pameran yang akan menampilkan kendaraan hemat energi dari perusahaan-perusahaan mobil dan sepeda motor. Selain pameran otomotif, ada pula acara seminar, uji emisi dan tune up kendaraan untuk pengunjung. Begitu yang Donna dengar dan Donna sebenarnya sama sekali tidak tertarik…. Gilang dan Firman adalah anggota dari event organizer yang menangani acara ini. Donna sering mendengar promosi di radio tentang acara ini. Di setiap akhir promosi, penyiar radio selalu berkata, “Keterangan lebih lanjut, hubungi contact person ini ke Gilang dengan nomor 08155009799”. Nama Gilang tersebut membuat jantung Donna sedikit lompat beberapa millimeter. Donna sadar ia sedikit tertarik dengan Gilang di saat ia hampir putus asa dengan Baim yang tetap menjauhi Donna. Dan karena alasan itulah, Donna mengiyakan ajakan Tania..untuk bertemu Gilang. Well, okay.. sekaligus menambah wawasan tentang otomotif…..
Hari Sabtu pun tiba. Sepulang sekolah, Donna berangkat dengan mobil Tania, menuju Universitas A. Yang membuat Donna menggelengkan kepalanya adalah saat Tania membubuhkan bedak pada pipi tirusnya. “Tania… sempet ya pake bedak?”, tanya Donna.
“Hah? Pertanyaanmu aneh niy… Kan mau ketemu cowok-cowok kuliahan itu, jadi kita harus dandan maksimal dong! Ayo, kamu juga pake’!”, sergap Tania, lalu Tania membubuhkan bedak pada Donna dengan cepat. Spontan, Donna memundurkan tubuh ke belakang.
“Hahahahhahaa! Donna ini… Kan mau ketemu Gilang? Hayo… Eh tapi inget Baim ya…”, kata Tania dengan centil. Yah, Tania memang belum tahu masalah Baim dan Donna. Tania menyodorkan bedaknya kepada Donna. Donna menerimanya. Ya apa salahnya pake bedak? Donna mengusapkan bedak pada wajahnya, sementara Tania mengusapkan lipgloss pada bibirnya.
Sesampainya di lapangan parkir Univ.A, Donna membelalakkan matanya. Kenapa yang datang cowok semua??? Damn… I forgot…. Ini Universitas A… Gudangnya cowok-cowok teknik…. Dan.. Seragam SMA ini….?, Donna melihat seragam SMA yang dikenakannya. Ini lebih mirip tersesat daripada ngeliat pameran otomotif… Donna melihat sekelilingnya. Mobil-mobil berjejer di sepanjang lapangan parkir. Para pengunjung terlihat berkerumun pada salah satu petugas di stan pameran atau ada yang melihat-lihat saja. Donna semakin merasa tidak nyaman karena beberapa pasang mata mulai melihat aneh ke arah mereka berdua. Donna melihat ke arah Tania. Tania terlihat sangat percaya diri…..seperti biasanya.
Donna dan Tania mengitari lapangan parkir umum Univ.A tersebut. Mereka telah sampai di mobil terakhir yang dipamerkan, tapi tidak ada yang membuat Donna tertarik. Menambah wawasan? Bahkan Donna sama sekali tidak mengerti apa yang membuat mobil-mobil tersebut hemat energi. Meskipun petugas-petugas yang berada di stan tersebut memberi penjelasan toh Donna tetap tidak mengerti. Ditambah dengan rasa tidak nyaman akibat pandangan mata pengunjung lain, penjelasan petugas stan sama sekali tidak masuk ke otak Donna.
Tidak hanya itu, dari tadi Donna merasa ada yang mengikutinya. Sepintas, Donna mendengar seperti ada suara jepretan kamera di dekatnya. Ia merasa dipotret seseorang. Namun saat ia melihat ke belakang, terlihat beberapa pengunjung memotret mobil-mobil yang dipamerkan. Donna mengernyit. Ia menggelengkan kepala dan meyakinkan dirinya bahwa itu hanya perasaannya saja. GR banget sih Don.. Memang siapa yang mau motret aku?, batin Donna.
Lalu, Tania berteriak, “Eh, itu Firman!”, Donna melihat ke arah yang ditunjuk Tania. Firman sedang berjalan cepat ke arah stan yang berada di sebelah kiri Donna. Firman tidak melihat Donna dan Tania. Ia terlihat sedang sibuk berbicara pada handy talkie yang digenggamnya. Tania berjalan cepat ke arah Firman, diikuti Donna.
“Hei!”, Tania menepukkan telapak tangannya pada bahu Firman. Sontak, Firman menoleh lalu tersenyum lebar.
“Hei, Tania! Donna! Kalian datang juga! Kirain nggak dateng loh.. Ditungguin dari kemarin.. Kenapa gak bilang-bilang kalo hari ini mau ke sini?”, tanya Firman.
“Oh iya, surprise! Hehehe”, jawab Tania.
“Oh itu dia! Si Gilang! Wah, pasti nyari-in Donna tuh! Hahahaha!”, seru Firman. Donna dan Tania menoleh ke belakang. Tampak Gilang berjalan cepat ke arah mereka bertiga dengan melambaikan tangannya.
“Hai!!! Wah, ternyata kalian datang ya..”, Gilang berkata terputus-putus seperti kehabisan napas. “Hm.. Gilang niy kayak habis jogging keliling kota deh… capek banget ya?”, tanya Tania.
“Yah, begini… Capek banget….. Dari tadi ada beberapa problem di beberapa stand. Tapi dah beres sih”. Gilang memberikan senyuman pada Donna. Donna mengalihkan pandangannya. Ia tidak sanggup bertatapan mata dengan Gilang terlalu lama. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
“Yah… Untunglah kalian datang! Kalau enggak, bisa hambar deh pameran ini. Biasanya kan kalau pameran otomotif begini, ada cewek-cewek SPG tuh.. Yang seksi-seksi. Beuh… HOT banget.. Hahahhahahhahahaha!”, celetuk Firman.
Tania bertanya, “Loh, memang sekarang nggak ada SPG?” “Yah, ini kan kampus, bukan mall. Jadi kagak ada SPG-SPGnya gitu.. Yang ada yah petugas-petugas kecut kayak gitu tuh… Sepet deh….”, jawab Firman sambil menunjuk para petugas laki-laki yang berjaga di stan-stan pameran.
“Tapi kalau ada kalian mah seger aja! Hehehehehehe…!!!”, jawab Firman. Tania, Firman, dan Gilang tertawa tapi Donna hanya tersenyum. Ia bahkan tidak tahu apa yang harus ditertawakan. Bukankah perkataan Firman itu sama seperti mempersilkahkan Tania dan Donna datang hanya untuk menggantikan SPG.
“Ckrek!”, suara jepretan kamera terdengar dari belakang Donna. Donna menoleh dengan cepat. “Eh, Udik! Maen jepret-jepret aja nih…! Daripada gitu, mending aku kenalin nih ama daun muda… Haahhaha!”, seru Firman.
“Oh iya..Hehehe..”, kata cowok yang dipanggil Udik oleh Firman. Donna mengernyit, apakah memang dari tadi ada yang memotretnya? Si Udik ini? Donna menepis pikiran negatifnya. Lalu, mengikuti Tania, berkenalan dengan Udik. Udik adalah sie dokumentasi, terlihat dari kartu identitas yang dikalungkannya, tertulis “Sie dokumentasi”. Donna melihat tulisan yang sama pada kartu identitas Gilang. Donna yang sedari tadi diam, bertanya “Loh, Gilang… Kamu sie dokumentasi juga? Kok nggak potret-potret?”
“Iye, kan koordinator… Jadi tinggal nyuruh-nyuruh anak buahnya nih…. “, jawab Udik sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Haha.. Ya nggak gitu juga sih! Aku bantuin bidang lain juga.. Soalnya kekurangan orang siy..”, jawab Gilang. Selanjutnya, Udik pamit untuk meneruskan pekerjaannya, sedangkan Firman, Gilang, Donna, dan Tania berjalan menuju pameran tentang alat dan mesin di sebelah timur parkiran. Gilang dan Firman menjelaskan alat dan mesin tersebut namun tetap saja Donna tidak mengerti. Tidak seperti Donna, Tania tampak mengerti karena ia berulang kali menganggukkan kepalanya dan bertanya-tanya tentang alat dan mesin tersebut pada Gilang dan Firman.
“Nah, gimana? Keren kan pamerannya?”, kata Firman.
“Iya keren banget!!”, jawab Tania. Donna hanya tersenyum.
“Nah, kalo gitu, aku ama Donna pulang dulu ya? Udah dapet kan?”, tanya Tania kepada Gilang dengan tatapan sangat flirty.
“Oh oke. Hahahha!! Udah dong! Thanks ya…!”, jawab Gilang.
“Udah dapet. Dapet apa, Tania?”, tanya Donna.
“Ada deh……………. Hehehhehe”, jawab Tania. Donna mengangkat alis. Tidak biasanya Tania bersikap menyembunyikan rahasia seperti ini. Namun, Donna lega dapat meninggalkan tempat yang sangat tidak nyaman ini. Yah, walaupun ketidaknyamanan itu tertutup sedikit karena Donna bertemu Gilang tapi tetep saja tidak nyaman.
….to be continued…..

KENDARAAN HEMAT ENERGI
ini adalah trend teknologi masa kini sekaligus salah satu panduan pengembangan iptek ke depan : semakin canggih, semakin kecil, semakin hemat, semakin murah, semakin memudahkan kehidupan, dst.
ADA PULA ACARA SEMINAR, UJI EMISI DAN TUNE UP KENDARAAN
Semoga event seperti ini tidak dimaksudkan hanya untuk pameran saja, tetapi juga untuk amal/dakwah : misalnya berniat mengadakan acara yang mencerdaskan, mengkampanyekan ajaran untuk environment friendly dan efisien. Nabi Muhammad SAW kurang lebih bersabda, “Barang siapa yang hijrah dalam rangka menuju Allah dalam Rasul-Nya, maka (upah) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrah dalam rangka mengikuti kekasihnya atau dalam rangka bisnis yang diperniagakannya maka hanya sampai di situlah hijrahnya”. Pernyataan dalam kitab Ta’lim al Muta’allim berikut mungkin dapat menjadi tafsir yang baik terhadap hadits ini : “Betapa banyak perbuatan yang merupakan perbuatan ukhrawi (berpahala) berubah menjadi amalan duniawi (yang tak berpahala) sebab niat yang tidak baik. Betapa banyak pula perbuatan yang merupakan perbuatan duniawi (yang tak berpahala) berubah menjadi amalan ukhrawi (yang berpahala) karena niat yang baik”. Contohnya, mendekati seorang gadis tidak berpahala bahkan menjadi dosa bila ditujukan untuk sekedar senang-senang pacaran bukan untuk tujuan ibadah nikah menurut sunnah Rasulullah SAW. Tetapi olah raga yang tidak berpahala menjadi bernilai ibadah bila diniatkan untuk kesehatan agar badan kita kuat untuk menjalankan kewajiban kepada Allah, keluarga, sesama manusia, dst. Salam buat Gilang dan Firman.
MEMBUAT JANTUNG DONNA SEDIKIT LOMPAT BEBERAPA MILLIMETER
bagaimana mengukurnya? Gak mungkin pake penggaris kan? Apa mungkin Dian Anisawati menggunakan peralatan semacam CT Scan sehingga bisa melihat seberapa jauh jantung Donna berayun? Hehehe …
INI LEBIH MIRIP TERSESAT DARIPADA NGELIAT PAMERAN OTOMOTIF…
Yup, setuju, betul tuh …
DONNA SEMAKIN TIDAK NYAMAN KARENA BEBERAPA PASANG MATA MELIHAT ANEH KE ARAH MEREKA.
Kelihatannya ini bisa menjadi bukti tersesat dech …
BAHKAN DONNA SAMA SEKALI TIDAK MENGERTI APA YANG MEMBUAT MOBIL-MOBIL TERSEBUT HEMAT ENERGI.
Tentu saja, fisika SMA terlalu sederhana untuk memahami bagaimana mesin bekerja.
MEMANG SIAPA YANG MAU MOTRET AKU?, BATIN DONNA.
Banyak lagih, apalagi jika makin rajin shalat dan ngaji, aku yakin banyak yang daftar, termasuk aku.
JANTUNGNYA TIBA-TIBA BERDEGUP KENCANG.
Klo detakannya kencang berarti garis-garis vektor gaya tarik Gilang banyak, bukan sedikit.
UNTUNGLAH KALIAN DATANG! KALAU ENGGAK, BISA HAMBAR DEH PAMERAN INI.
Berarti Donna dan Tania adalah anion halogen dan kation basa, alkali, alkali tanah, atau logam transisi.
BEUH… HOT BANGET, CELETUK FIRMAN.
Brarti suhunya di atas 36.5 derajat Celcius.
YANG ADA YAH PETUGAS-PETUGAS KECUT KAYAK GITU TUH
Kecut adalah ciri sederhana dari senyawa-senyawa asam.
“TAPI KALAU ADA KALIAN MAH SEGER AJA! HEHEHEHEHEHE…!!!”, JAWAB FIRMAN.
Biasanya seger identik dengan sejuk. Ini inkonsistensi sebab SPG seksi dikatakan hot, kok Donna dan Tania malah disebut cool.
IA BAHKAN TAK TAHU APA YANG HARUS DITERTAWAKAN. BUKANKAH ITU SEPERTI MEMPERSILKAHKAN TANIA DAN DONNA MENGGANTIKAN SPG.
Ini menandakan Donna cewek yang berkarakter kuat.
DONNA MENEPIS PIKIRAN NEGATIFNYA.
Tuh kan, Donna berkarakter kuat?
TINGGAL NYURUH-NYURUH ANAK BUAHNYA NIH
klo ginian namanya manajemen majikan-pembantu
AKU BANTUIN BIDANG LAIN JUGA
Yang ini manajemen kepemimpinan beneran
“UDAH DAPET. DAPET APA, TANIA?”, TANYA DONNA.
Menurutku firasat Donna benar : Gilang udah dapat foto-foto Donna dari Udik. Oya, salam juga buat Udik.
WALAUPUN KETIDAKNYAMANAN ITU TERTUTUP SEDIKIT KARENA DONNA BERTEMU GILANG TAPI TETEP SAJA TIDAK NYAMAN.
Brarti garis-garis vektor pengaruh tak nyaman jauh lebih banyak daripada vektor gaya tarik Gilang.
Posted by: Augustus | May 22, 2008 01:29 AM